Penat.

Akhirnya bisa bernafas sejenak dan bertemu senja setelah rutinitas panjang beberapa minggu belakangan ini membuat mata harus berjaga lebih lama. Di kota ini, siang berlalu sedemikian cepat, dan malam tidak juga berjalan lambat. Di antara hari yang padat, kadang mata hanya ingin sedikit jeda untuk beristirahat di hangatnya matahari pukul empat.

Berdamailah kantuk tersesat di sela-sela cahaya matahari yang meredup di barat. Bersama tenang yang terengkuh di persimpangan lelahku, kelak kedua kelopak ini merebahkan penat.