Tentang Gunung.

Tidak terbayang rasanya membuka mata melihat-Mu disana. Menyambut bulan suci di puncak abadi para dewa, di titik tertinggi Pulau Jawa. Berdiri mengagumi-Mu, meski keagungan terletak bukan pada ketinggian, namun pada kedalaman akar gunung yang menjadi pasak sesuai janji-Mu. 

Jika nasib membawaku kesana, aku hanya ingin bertemu Engkau. Mendengar-Mu lagi seraya membayangkan kelak bumi dan gunung-gunung akan dibenturkan. Terhempas bertaburan seperti debu. Dan lemahnya langit tak akan mampu menandu. 

Berada di puncak memberanikan diri menjemput takut.
Mementahkan logika, menenangkan kalut.