Di Setiap Antara.

Di hadapanku terbentang hijau yang memanjang dari satu sisi ke sisi satunya, dimana kelokan anak tangga antara satu pura ke pura lainnya bersembunyi di setiap antara. Suara air yang mengalir deras tercampur dengan desis dedaunan, terkadang ramai kurasa, namun lebih sering sepi menyusup di setiap antara. 

Di setiap antara, terkadang tak mengerti mengapa tanya dan jawab menyatukan aku dan kau yang berseberangan arah pikiran. Di setiap antara, sering tak kupahami bagaimana mimpi bermuara dalam tidur dan berulang menghantui sampai lenyap aku di dalamnya. Di setiap antara, aku ingin hilang bersamamu, bersama pendapatmu, bersama lika-likumu yang mudah kutebak arahnya. Tersesat di hatimu, menemukan diri dalam kalutku. 

Di setiap antara, tak perlu takut, katamu. Dan hijau yang ada di hadapanku seperti mengerti, sehingga disiapkannya ruang untukku kembali menapaki apa yang sebenernya diinginkan diri. Menyepi di sudutmu. Terjaga di lintang dimensi. Biarkan aku berdiri di setiap antara... ada dan tiada, tetap bersamamu. 

Ubud, 2016.