Menjemput Energi.

Ada yang lebih mengenyangkan dari sekedar makan. Lapar serta dahaga yang terpenuhi dari setiap perjumpaan, atau obrolan di sekali dua kali pertemuan. Ada energi yang ditularkan lewat gurauan, ide yang dikembangkan dari celetukan, juga irisan pikiran yang saling memantik gugusan sumbu-sumbu individu. Energi yang sedemikian kuat membakar ketika pertautan tanya dan jawab saling menyambar. 

Berkelanalah tubuh keluar dari pintu-pintu, jendela-jendela, sekedar untuk menjemput inspirasi melalui tegur dan sapa. Kadang entah datang darimana segala keberanian itu, namun turuti saja. Seperti Rumi menyeru agar kita menjawab segala panggilan yang menyenangkan jiwa, maka seperti itulah mungkin kita dapat menyemai senyawa: menyaksikan gagasan bertemu dengan bentuk nyatanya. Memenuhi asupan pangan untuk ratusan angan agar tak henti mereka berkembang di luar kepala.