Petikan Hujan dan Memori.

Mari menikmati sedikit kutipan dari puisi Saut Situmorang yang ditulis beberapa tahun yang lalu. Sebuah petikan tentang hujan dan memori.

"Maukah kau kucintai dengan cinta yang pernah kecewa? Masih murnikah cinta yang pernah kecewa? Apakah cinta itu cuma cinta pertama? Kalau cinta pertama memang tak punya makna, lantas punya maknakah cinta-cinta berikutnya? Aku ingin mencintaimu dengan cinta yang pernah kecewa. Maukah kau menerimanya? Maukah kau mencintai cinta yang pernah kecewa? – Hujan dan Memori (2013)

Di dalam hati, ada hujan deras yang masih belum mereda. Ada luka yang pelan-pelan dijahit agar tidak lagi menganga. Ada kecewa, yang ingin termaafkan, yang ingin diterima.

Petikan tulisan itu menawarkan jalan untuk sedikit bernostalgia. Ah, tersadar masih ada rindu tersimpan rapih untuk seorang kawan lama.